Makassar buserterkini com.
Padahal semakin besar tanggung jawab seseorang, semakin besar pula beban yang harus ditanggungnya. Seorang pemimpin tidak hanya memikirkan dirinya sendiri, tetapi juga harus memikul harapan, kritik, tekanan, dan nasib banyak orang yang dipimpinnya.
Kepemimpinan sering menuntut pengorbanan yang tidak terlihat dari luar. Seorang pemimpin harus siap kehilangan waktu pribadi, menghadapi kesalahpahaman, dan menerima kritik bahkan ketika niatnya baik. Tidak semua keputusan akan membuat semua orang senang, sehingga memimpin berarti siap hidup dengan tekanan dan ketidakpuasan dari banyak pihak. Dari situlah penderitaan menjadi bagian yang hampir tidak bisa dipisahkan dari tanggung jawab besar.
Sindiran ini juga mengingatkan bahwa orang yang hanya mencari kenyamanan biasanya tidak cocok menjadi pemimpin. Sebab kepemimpinan bukan tempat untuk memuaskan ego atau mencari hidup mudah, melainkan kesiapan untuk bekerja lebih keras dan menanggung lebih banyak beban dibanding orang lain. Pemimpin yang baik sering harus mendahulukan kepentingan bersama meskipun dirinya sendiri harus lelah atau dirugikan.
Karena itu, memimpin membutuhkan ketahanan mental dan keikhlasan yang besar. Jabatan mungkin terlihat indah dari kejauhan, tetapi di baliknya ada tuntutan moral, tekanan batin, dan tanggung jawab yang berat. Semakin serius seseorang ingin memimpin dengan benar, semakin besar pula pengorbanan yang harus ia siap hadapi.
(Pimred)

