Blog

  • Ketua DPW LPK-RI Sulsel Silaturahmi ke Jakarta, Temui Pengurus DPP Partai Nusantara Jaya

    Ketua DPW LPK-RI Sulsel Silaturahmi ke Jakarta, Temui Pengurus DPP Partai Nusantara Jaya

    Makassar buserterkini com.
    Jakarta— Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Laskar Pemberantasan Korupsi (LPK-RI) Provinsi Sulawesi Selatan, Supriadi Kartom, melakukan kunjungan silaturahmi ke kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Nusantara Jaya di Jakarta. Kedatangan tersebut disambut langsung oleh jajaran pengurus DPP Partai Nusantara Jaya.

    Pertemuan berlangsung dalam suasana kekeluargaan dan penuh keakraban. Kedua belah pihak membahas berbagai isu strategis terkait pengabdian kepada masyarakat, pengawasan kesejahteraan rakyat, serta peluang sinergi dalam menjaga persatuan dan kondusivitas bangsa.

    Supriadi Kartom menyampaikan bahwa silaturahmi ini merupakan bentuk komitmen LPK-RI untuk terus bersinergi dengan berbagai elemen bangsa demi kepentingan rakyat luas, khususnya di wilayah Sulawesi Selatan.

    “Kami datang untuk menjalin silaturahmi, mempererat tali persaudaraan, dan membahas bagaimana kita bisa bersama-sama memperjuangkan aspirasi masyarakat, transparansi anggaran, serta kesejahteraan rakyat yang adil dan merata,” ungkap Supriadi Kartom.

    Sementara itu, jajaran pengurus DPP Partai Nusantara Jaya menyambut baik kedatangan rombongan LPK-RI Sulsel. Mereka menekankan pentingnya kolaborasi antar-berbagai elemen masyarakat untuk menjaga persatuan dan memperjuangkan keadilan sosial.

    Kita semua punya semangat yang sama: memperjuangkan kepentingan rakyat. Mari kita jaga persatuan, saling bersinergi, dan bekerja bersama untuk kemajuan bangsa,” ujar perwakilan DPP Partai Nusantara Jaya.

    Pertemuan ini diharapkan menjadi awal kerjasama yang erat antara LPK-RI Sulsel dan Partai Nusantara Jaya dalam mengawal kebijakan publik, memperjuangkan keadilan sosial, serta mewujudkan kesejahteraan rakyat yang nyata.

    ( Arifuddin sikki Direktur)

  • Munafri Minta Pertamina Segera Pulihkan Kondisi BBM, Masyarakat Perlu Segera Beraktivitas Normal

    Munafri Minta Pertamina Segera Pulihkan Kondisi BBM, Masyarakat Perlu Segera Beraktivitas Normal

     

    Makassar buserterkini com.
    Makassar,—Meski antrean panjang BBM di sejumlah SPBU Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir mulai mereda, Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, terus memperkuat koordinasi dengan pemerintah provinsi, Pertamina, dan seluruh pihak terkait untuk memastikan penyaluran BBM kembali normal.

    Koordinasi tersebut dilakukan Munafri bersama Gubernur Sulawesi Selatan, Andi Sudirman Sulaiman, melalui Rapat Monitoring dan Evaluasi Penyaluran BBM Bersubsidi pada SPBU se-Sulawesi Selatan di Baruga Asta Cita Rumah Jabatan Gubernur Sulsel, Senin (14/09/2026).

    Rapat diikuti Forkopimda Sulsel, bupati dan wali kota se-Sulsel, Executive General Manager Pertamina Patra Niaga Regional Sulsel Deni Sukendar, perwakilan SKK Migas, serta para pemilik SPBU Kota Makassar.

    Pertemuan tersebut menjadi forum untuk mengevaluasi kondisi penyaluran BBM dalam beberapa hari terakhir sekaligus menyusun langkah penanganan dan antisipasi agar persoalan antrean tidak kembali mengganggu aktivitas masyarakat.

    Munafri mengatakan, berbagai upaya yang dilakukan pemerintah dalam beberapa hari terakhir mulai menunjukkan hasil positif. Hal itu terlihat dari antrean di sejumlah SPBU Makassar yang mulai berkurang.

    Apa yang menjadi upaya kita beberapa hari ini sudah mulai memperlihatkan hasil yang baik,” ujarnya.

    Pemerintah, kata Munafri, telah memaksimalkan pelayanan di hampir seluruh SPBU untuk mempercepat pelayanan kepada masyarakat.
    Sejumlah kebijakan juga diterapkan untuk mengurai kepadatan, mulai dari pelaksanaan pembelajaran daring, work from home (WFH), pengaturan jadwal pengisian BBM, hingga permintaan penambahan kuota ke pemerintah pusat.

    Makassar sudah memaksimalkan hampir semua SPBU, menambah jam operasional dan juga menambah tenaga. Terima kasih juga kepada pemilik SPBU,” katanya.

    Selain memperkuat koordinasi, pada rapat evaluasi tersebut Munafri juga mendorong agar disparitas harga BBM menjadi bagian dari evaluasi Pertamina. Menurutnya, perbedaan harga yang cukup jauh menjadi salah satu alasan yang memengaruhi pola konsumsi masyarakat.

    Sehingga, banyak masyarakat yang memilih beralih ke jenis BBM yang harganya lebih murah. Ia pun berharap disparitas harga BBM dapat dikaji dna di evaluasi. Sehingga pola konsumsi masyarakat di lapangan dapat menjadi pertimbangan dalam penyesuaian pasokan.

    Di sisi lain, Munafri meminta penanganan dapat dilakukan dengan cepat. Ia menilai berbagai regulasi khusus yang telah diterapkan perlu dievaluasi secara berkala seiring membaiknya kondisi antrean.

    Sehingga, Masyarakat Kota Makassar dapat segera kembali beraktivitas dalam kondisi yang normal. Seperti siswa yang saat ini belajar daring padahal musim ujian hingga para ojol dengan mobilitas tinggi akan kesulitan jika hanya bisa mengisi BBM mengikuti aturan isi bensin ganjil-genap.

    Ini kita butuh masuk ke dalam kondisi yang normal untuk memastikan bahwa proses ini sudah bisa berjalan normal lagi, dan kita harus menentukan tenggat waktu supaya ini tidak berlangsung terlalu lama,” tegasnya.

    (Arifuddin sikki)

  • RESPON CEPAT 110, PAMAPTA POLRES JENEPONTO REDAM KERIBUTAN DINI HARI

    RESPON CEPAT 110, PAMAPTA POLRES JENEPONTO REDAM KERIBUTAN DINI HARI

     

    Makassar buserterkini com.
    Jeneponto- Pamapta II Polres Jeneponto bersama Piket Fungsi bergerak cepat setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Seorang warga di Lingkungan Balang Toa dilaporkan terlibat keributan yang diduga dipicu pengaruh minuman keras, Minggu (13/09/2026) dini hari.

    Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.15 WITA di Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

    Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang terlibat. Mediasi dilakukan untuk meredam emosi agar keributan tidak meluas.

    IPDA Mustari, S.H. yang memimpin giat di lapangan mengatakan, pihaknya langsung menuju lokasi begitu menerima laporan.

    Begitu menerima laporan dari 110, kami langsung meluncur ke TKP. Dengan pendekatan humanis situasi dapat kami kendalikan. Kami imbau warga agar menghindari minuman keras karena dapat memicu gangguan kamtibmas,” ujarnya.

    Dari hasil pengecekan di lokasi, tidak ditemukan korban jiwa maupun kerusakan. Hingga saat ini situasi di Lingkungan Balang Toa dinyatakan aman dan kondusif.

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras dan segera melapor ke Call Center 110 apabila melihat gangguan keamanan.

    (Arifuddin sikki)

  • RESPON CEPAT 110, PAMAPTA POLRES JENEPONTO REDAM KERIBUTAN DINI HARI

    RESPON CEPAT 110, PAMAPTA POLRES JENEPONTO REDAM KERIBUTAN DINI HARI

     

    Makassar buserterkini com.
    Jeneponto – Pamapta II Polres Jeneponto bersama Piket Fungsi bergerak cepat setelah menerima laporan melalui Call Center 110. Seorang warga di Lingkungan Balang Toa dilaporkan terlibat keributan yang diduga dipicu pengaruh minuman keras, Minggu (13/09/2026) dini hari.

    Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 00.15 WITA di Kelurahan Balang Toa, Kecamatan Binamu, Kabupaten Jeneponto, Sulawesi Selatan.

    Setibanya di lokasi, petugas langsung melakukan pendekatan persuasif kepada warga yang terlibat. Mediasi dilakukan untuk meredam emosi agar keributan tidak meluas.

    IPDA Mustari, S.H. yang memimpin giat di lapangan mengatakan, pihaknya langsung menuju lokasi begitu menerima laporan.

    Begitu menerima laporan dari 110, kami langsung meluncur ke TKP. Dengan pendekatan humanis situasi dapat kami kendalikan. Kami imbau warga agar menghindari minuman keras karena dapat memicu gangguan kamtibmas,” ujarnya.

    Dari hasil pengecekan di lokasi, tidak ditemukan korban jiwa maupun kerusakan. Hingga saat ini situasi di Lingkungan Balang Toa dinyatakan aman dan kondusif.

    Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk menghindari konsumsi minuman keras dan segera melapor ke Call Center 110 apabila melihat gangguan keamanan.

    (Arifuddin sikki)

  • WAKILI KAPOLRES, KABAG SDM HADIRI HUT KE-10 YNCI JENEPONTO CHAPTER DI STADION MINI TURATEA

    WAKILI KAPOLRES, KABAG SDM HADIRI HUT KE-10 YNCI JENEPONTO CHAPTER DI STADION MINI TURATEA

     

    Makassar buserterkini com.
    Jeneponto – Kabag SDM Polres Jeneponto Kompol Syahrul, S.H., M.H. mewakili Kapolres Jeneponto menghadiri acara peringatan 10 Tahun One Decade Yamaha N-Max Club Indonesia (YNCI) Jeneponto Chapter.

    Kegiatan berlangsung di Stadion Mini Turatea, Kelurahan Balang Kecamatan Binamu Kabupaten Jeneponto Provinsi Sulawesi Selatan, Sabtu malam, 12 September 2026 sekitar pukul 20.00 WITA.

    Acara tersebut juga dirangkaikan dengan pelantikan pengurus baru YNCI Jeneponto Chapter periode mendatang. Turut hadir anggota YNCI dari berbagai Kabupaten se-Sulawesi Selatan.

    Dalam sambutannya, Kompol Syahrul menyampaikan apresiasi kepada YNCI Jeneponto yang selama 10 tahun konsisten menjadi komunitas otomotif yang tertib dan bersinergi dengan kepolisian.

    YNCI ini bukan hanya komunitas motor, tapi juga mitra Polri dalam menjaga Kamtibmas dan tertib berlalu lintas. Kami berharap di kepengurusan yang baru, YNCI semakin solid dan menjadi contoh klub motor yang positif di Jeneponto,” ujarnya.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Sekretaris Daerah Kabupaten Jeneponto yang mewakili Bupati Jeneponto, unsur Forkopimda Kabupaten Jeneponto, Ketua YNCI Sulsel, Kanit Gakkum Satlantas Polres Jeneponto mewakili Kasat Lantas, Kapolsek Binamu, panitia pelaksana, serta ratusan masyarakat Jeneponto yang turut memeriahkan acara.

    Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan hiburan musik band yang berlangsung meriah. Hingga berita ini diturunkan, kegiatan berlangsung dalam keadaan aman, tertib dan sukses.

    Humas Polres Jeneponto .

    (Arifuddin sikki)

  • Munafri Jamu PSM Makassar, Beri Suntikan Semangat untuk Laga Kandang Perdana di Pare-pare

    Munafri Jamu PSM Makassar, Beri Suntikan Semangat untuk Laga Kandang Perdana di Pare-pare

     

    Makassar buserterkini com.
    Makassar—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menjamu pemain, pelatih dan manajemen PSM Makassar di Baruga Anging Mammiri, Rumah Jabatan Wali Kota Makassar, Sabtu (12/09/2026).

    Pertemuan tersebut menjadi momentum bagi Munafri kepada PSM Makassar yang akan bertolak ke Kota Pare-pare untuk mengarungi laga kandang perdana BRI Super League musim 2026/2027 di Stadion Gelora B.J. Habibie.

    Melalui jamuan makan siang, Munafri menunjukkan dukungan langsung kepada skuad Juku Eja yang akan membawa nama Kota Makassar dalam kompetisi sepak bola nasional.

    Eks CEO PSM itu mengatakan, dukungan Pemerintah Kota Makassar merupakan bentuk komitmen untuk terus mendampingi PSM Makassar sebagai klub yang membawa nama besar Kota Makassar di setiap pertandingan.

    Ini adalah bagaimana pemerintah memberikan support kepada tim PSM yang membawa nama besar Kota Makassar ke mana-mana di dalam setiap pertandingannya,” ujarnya.

    Ia menyebut laga kandang perdana yang akan berlangsung di Pare-pare akan menjadi langkah awal bagi PSM untuk menunjukkan keseriusan dan kebangkitan dalam mengarungi kompetisi musim ini.

    Munafri berharap para pemain tampil dengan semangat dan fokus untuk mengejar target terbaik, sekaligus mengulang prestasi PSM Makassar yang pernah mengangkat trofi untuk Kota Makassar.

    Kita pernah melakukannya bersama-sama, kita pernah ada di dalam posisi itu, kita pernah mengangkat piala di kota ini, dan kita berharap ini bisa kita lakukan lagi di tahun ini,” katanya.

    Munafri juga mengingatkan seluruh pemain dan ofisial bahwa mereka tidak hanya bermain sebagai pesepak bola profesional. Setiap penampilan PSM juga menjadi bagian dari upaya membawa nama besar Kota Makassar dan Sulawesi Selatan.

    Ia juga meminta para pemain menunjukkan karakter dan semangat khas Bugis-Makassar dengan menjunjung tinggi nilai Siri’ Na Pacce di setiap pertandingan.

    Munafri menegaskan, harga diri Kota Makassar turut dipertaruhkan dalam setiap pertandingan PSM Makassar. Karena itu, ia meminta seluruh elemen tim menjaga kepercayaan diri dan terus berjuang mencapai target yang telah ditetapkan.

    Saya yakin kita mampu untuk memperlihatkan bahwa spirit Ewako akan terus mengguncang jagat sepak bola di Indonesia,” pungkasnya.

    Sebagai bentuk dukungan, Munafri menyampaikan komitmen Pemkot Makassar untuk membantu memfasilitasi keberangkatan suporter dari Kota Makassar ke Pare-pare pada setiap pertandingan, sehingga dukungan langsung dari tribun dapat terus mengalir kepada tim.

    (Arifuddin sikki)

  • Bersama Mentan RI, Wali Kota Munafri Ramaikan Fun Walk Dies Natalis ke-70 Unhas

    Bersama Mentan RI, Wali Kota Munafri Ramaikan Fun Walk Dies Natalis ke-70 Unhas

     

    Makassar buserterkini com.
    Makassar,—Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin, menghadiri sekaligus meramaikan kegiatan Fun Walk dalam rangka memperingati Dies Natalis ke-70 tahun Universitas Hasanuddin (Unhas) yang dipusatkan di Kampus Unhas Tamalanrea, Sabtu (12/9/2026) pagi.

    Acara tersebut dihadiri oleh ribuan peserta yang merupakan dari alumni Unhas hingga civitas akademika mulai dari mahasiswa aktif, jajaran dosen, hingga pimpinan instansi. Mengenakan seragam jersey kegiatan, Munafri yang juga menjabat sebagai Ketua IKA Hukum Unhas berbaur hangat bersama para peserta.

    Turut hadir dalam kegiatan tersebut Menteri Pertanian RI sekaligus Ketua Umum IKA Unhas, Andi Amran Sulaiman, serta Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa. Bersama keduanya, Munafri melepas peserta yang ditandai dengan pengangkatan bendera start oleh Andi Amran Sulaiman.

    Usai Flag Off, Munafri, wali kota yang dikenal gemar berolahraga lari ini ikut menyusuri rute fun walk mengelilingi kawasan kampus Unhas. Kehadiran orang nomor satu Kota Makassar ini ditengah-tengah para peserta jalan sehat membawa euforia antusias tersendiri.

    Munafri pun menyampaikan apresiasi tinggi bagi almamaternya. Ia berharap salah satu perguruan tinggi terbesar di Indonesia Timur tersebut dapat terus berkiprah, berinovasi dan membawa kemajuan bagi masyarakat Kota Makassar.

    Selamat memperingati Dies Natalis Unhas. Kami berharap Unhas senantiasa memberikan kontribusi nyata serta dampak positif bagi kemajuan masyarakat, khususnya Kota Makassar,” ujarnya.

    Sementara itu, Rektor Unhas, Prof. Jamaluddin Jompa, menegaskan pentingnya kekeluargaan dan kolaborasi dengan seluruh pihak demi kemajuan bersama. Hal itu Ia sampaikan sesaat sebelum melepas peserta bersama Munafri dan Andi Amran Sulaiman.

    Pada acara Dies Natalis ini, kami semua merasa bahagia, bangga dan bersyukur bahwa Unhas yang kita cintai ini, di samping kekeluargaan yang semakin kompak, insyaAllah ini akan terus menjadi satu keluarga besar, bukan hanya dosen, tendik, mahasiswa, dan para alumni, tapi juga dengan seluruh stakeholder,” ujarnya.

    Rektor yang akrab disapa Prof. Jeje tersebut menyampaikan agar para civitas dan alumni senantiasa menjadikan kampus merah tersebut sebagai ‘rumah’, tempat untuk bersinergi dan berkolaborasi dalam memberikan kontribusi nyata untuk pembangunan Indonesia.

    Unhas ini harus kita jadikan salah satu rumah bersama, rumah besar yang juga akan mengantar Indonesia menjadi negara baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur yang kita harapkan, betul-betul bisa berkontribusi nyata,” harapnya.

    (Arifuddin sikki)

  • Wali Kota Appi Minta Pertamina Fungsikan Seluruh Nozzle di SPBU, Usul Truk dan Bus Antre Malam Hingga Subuh

    Wali Kota Appi Minta Pertamina Fungsikan Seluruh Nozzle di SPBU, Usul Truk dan Bus Antre Malam Hingga Subuh

     

    Makassar buserterkini com.
    Makassar— Wali Kota Makassar Munafri Arifuddin alias Appi mengusulkan pengaturan khusus antrean kendaraan besar, seperti truk dan bus, di sejumlah SPBU sebagai langkah taktis mengurai antrean BBM yang mengular di berbagai titik Kota Makassar.

    “Saya minta pihak Pertamina dan Pengelola aktifkan semua Nozzle SPBU diomtimalkan, juga penanganan petugas setiap mesin Nozzle, jangan dibiarkan kosong,” saran Appi.

    Saya juga usulkan agar kendaraan besar seperti truk dan bus tidak lagi bebas mengantre sepanjang waktu, melainkan diberikan jadwal khusus pada malam hingga dini hari,” sambung Appi, disampaikan setelah melakukan pertemuan dan berdiskusi dengan General Manager Pertamina Patra Niaga wilayah Sulawesi, Jumat (11/9/2026).

    Menurut Appi, antrean truk dan bus yang bercampur dengan kendaraan pribadi seperti motor dan mobil berpotensi memperparah kemacetan, terutama di SPBU yang memiliki akses jalan terbatas.

    “Sehingga saya meminta kepada pihak Pertamina wilayah Sulawesi untuk mengatur waktu sebagai solusi. Tidak ada lagi antrean truk dan bus yang panjang, semau-maunya mau antre. Harus ditentukan jam antreannya,” jelas Appi.

    Ia mengusulkan agar antrean bus dan truk dapat diarahkan pada rentang waktu pukul 21.00 WITA hingga 05.00 WITA.

    “Anggaplah dari malam jam 9 sampai jam 5 pagi itu, truk dan bus saja bisa antre. Jam 6 hingga sore jangan lagi, giliran kendaraan pribadi,” katanya.

    Appi menegaskan, pengaturan tersebut bukan berarti seluruh SPBU harus melayani kendaraan besar secara bersamaan.

    Sebaliknya, SPBU perlu dikelompokkan atau diklaster berdasarkan fungsi dan kondisi masing-masing.

    Sebagian SPBU nantinya dapat dikhususkan untuk melayani truk dan bus, sementara SPBU lainnya diprioritaskan bagi kendaraan masyarakat, seperti sepeda motor dan mobil pribadi.

    Tidak boleh bersamaan semuanya. Semua SPBU, semua bus dan truk bisa masuk, tidak boleh. Harus ada yang khusus untuk kendaraan pribadi yang tidak boleh diganggu sama bus,” imbuh Munafri.

    Menurut Ketua IKA FH Unhas itu, karakteristik setiap SPBU di Makassar berbeda. Ada SPBU yang memiliki akses jalan luas, tetapi ada pula yang berada di ruas jalan sempit.

    Jika antrean kendaraan besar terjadi di lokasi dengan akses terbatas, dampaknya dapat meluas hingga menyebabkan kemacetan di jalan sekitar.

    “Kan, tidak semua SPBU ini bentuknya sama di Makassar. Ada area yang jalannya kecil. Kalau jalannya kecil terus di situ antre bus, ya macet semua,” jelasnya.

    Dia menilai kondisi antrean BBM saat ini bukan situasi normal sehingga membutuhkan pola penanganan yang juga tidak bisa dilakukan dengan cara biasa.

    Appi meminta Pertamina segera melakukan pemetaan dan pengelompokan SPBU, termasuk menentukan lokasi yang dapat melayani kendaraan besar dan lokasi yang harus diprioritaskan untuk masyarakat.

    Ia memberikan waktu sekitar satu minggu kepada pihak terkait untuk menyusun rencana strategis tersebut.

    Kami minta setelah satu minggu ini menyusun rencana strategis untuk memastikan SPBU mana yang sudah diklaster, yang tidak boleh bercampur, dan mana khusus untuk bus dan sebagainya,” ujarnya.

    Jika skema tersebut dapat segera disepakati, Appi berharap penerapannya sudah dapat mulai diuji di sejumlah SPBU pada awal pekan depan.

    Pengaturan antrean ini, kata Appi, penting dilakukan karena dampak kelangkaan dan panjangnya antrean BBM mulai mengganggu berbagai aktivitas pelayanan publik.

    Bahkan, kendaraan pengangkut sampah milik pemerintah kota turut terdampak karena harus ikut menghadapi antrean BBM.

    “Kalau coba kita lihat, truk-truk pengangkut sampah ini terlambat semuanya. Orang-orang yang mau pergi sekolah, mau ke mana terlambat semuanya,” ungkapnya.

    Karena itu, Appi menekankan bahwa pemerintah bersama Pertamina harus memastikan kebutuhan BBM masyarakat tetap terlayani tanpa mengorbankan kelompok pengguna lainnya.

    Masyarakat itu tidak boleh dikorbankan, sehingga butuh kolaborasi agar penanganan ini masalah cepat dapat jalan keluar,” tegasnya.

    Selain pengaturan waktu antrean, Appi juga mendorong optimalisasi seluruh SPBU yang ada di Makassar. Setiap mesin Nozzle yang tersedia diminta diaktifkan, sementara seluruh operator juga harus bekerja secara maksimal.

    Jika persoalan antrean terjadi karena keterbatasan tenaga operator, Appi bahkan membuka opsi pelibatan sumber daya pemerintah kota untuk membantu setelah melalui pelatihan singkat.

    Appi juga mendorong agar SPBU dapat beroperasi secara optimal selama 24 jam sehingga antrean tidak menumpuk pada jam-jam tertentu.

    Menurutnya, berdasarkan penjelasan Pertamina, persoalan yang terjadi saat ini bukan semata-mata karena stok BBM yang langka, tetapi juga berkaitan dengan pola pengelolaan dan pelayanan di lapangan.
    Informasi dari Pak GM bahwa BBM cukup. Artinya, manajemennya, manajerial yang harus kita lakukan untuk menyelesaikan persoalannya,” ujar Appi.

    Untuk memastikan pengaturan berjalan efektif, Appi juga meminta keterlibatan aparat keamanan. Polisi dan TNI diharapkan bersama-sama mengawal pengaturan antrean, terutama jika kendaraan besar diarahkan mengantre pada malam hingga dini hari.

    Satgas penanganan persoalan BBM yang telah dibentuk juga akan dioptimalkan dengan melibatkan Pemerintah Kota Makassar.

    Kami pemerintah kota akan siap support ini untuk memastikan pelayanan kepada masyarakat terhadap kebutuhan bahan bakar ini bisa cepat terselesaikan, pungkasnya.

    (Arifuddin sikki)

  • Antisipasi Kelangkaan BBM, Polres Jeneponto Amankan dan Pantau Seluruh SPBU

    Antisipasi Kelangkaan BBM, Polres Jeneponto Amankan dan Pantau Seluruh SPBU

     

    Makassar buserterkini com.
    Jeneponto – Polres Jeneponto meningkatkan pengamanan dan pemantauan di seluruh Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum atau SPBU di wilayah Kabupaten Jeneponto. Langkah ini dilakukan menyusul adanya isu kelangkaan BBM subsidi dan non subsidi yang dikhawatirkan memicu antrean panjang dan keresahan masyarakat.

    Kegiatan pengamanan dan pemantauan tersebut dipimpin langsung oleh Kabag Ops Polres Jeneponto Kompol Saharuddin, S.H., M.H, berdasarkan perintah Kapolres Jeneponto AKBP Haryo Basuki, S.I.K., M.H.

    Ini perintah langsung dari Bapak Kapolres. Kita kerahkan personel untuk memantau dan mengamankan seluruh SPBU di Jeneponto 24 jam. Tujuannya agar distribusi BBM berjalan lancar, tidak ada penimbunan dan tidak terjadi kelangkaan,” ujar Kabag Ops Polres Jeneponto di sela-sela kegiatan, Jumat (11/9/2026).

    Dalam pelaksanaannya, personel Polres Jeneponto bersinergi dengan Polsek jajaran, instansi terkait, dan pengelola SPBU. Petugas melakukan pengecekan stok BBM, mengurai antrean kendaraan, serta memantau agar tidak ada praktik pembelian BBM menggunakan jerigen dalam jumlah besar yang diduga untuk dijual kembali.

    Kapolres Jeneponto AKBP Haryo Basuki, S.I.K., M.H. menegaskan bahwa kehadiran Polri di SPBU adalah bentuk pelayanan untuk memastikan kebutuhan masyarakat terpenuhi.

    Kami hadir untuk memberikan rasa aman. Silakan masyarakat membeli BBM sesuai kebutuhan. Jangan panik dan jangan terpancing isu. Jika ada SPBU yang nakal melakukan penimbunan atau menjual di atas HET, segera laporkan ke kami,” tegas Kapolres.

    Selain pengamanan, Polres Jeneponto juga melakukan koordinasi dengan Pertamina dan pemerintah daerah untuk memastikan pasokan BBM ke Kabupaten Jeneponto tetap aman dan mencukupi.

    Hingga saat ini, situasi di SPBU-SPBU wilayah Jeneponto terpantau kondusif. Antrian kendaraan masih dalam batas wajar dan belum ada laporan gangguan distribusi yang signifikan.

    Polres Jeneponto mengimbau masyarakat agar bijak dalam menggunakan BBM dan tidak melakukan pembelian berlebihan. Pengamanan dan pemantauan di SPBU akan terus dilakukan hingga situasi benar-benar stabil.

    Humas Polres Jeneponto

    (Arifuddin sikki)

  • Tak Ingin Masyarakat Jadi Korban, Appi Desak Pertamina dan Pengelola SPBU Atur Jadwal Antrean Bus dan Truk

    Tak Ingin Masyarakat Jadi Korban, Appi Desak Pertamina dan Pengelola SPBU Atur Jadwal Antrean Bus dan Truk

     

    Makassar buserterkini com.
    Makassar— Keluhan masyarakat terkait antrean panjang bahan bakar minyak (BBM) di sejumlah SPBU di Kota Makassar mendapat perhatian langsung dari Wali Kota Makassar, Munafri Arifuddin alias Appi.

    Tak ingin persoalan tersebut berlarut dan mengganggu aktivitas masyarakat, Appi turun langsung mencari solusi dengan mendatangi Kantor PT Pertamina Regional Sulawesi di Jalan Garuda, Makassar, Jumat (11/9/2026).

    Dalam pertemuan tersebut, Appi didampingi Sekretaris Daerah Kota Makassar Andi Zulkifly Nanda. Mereka diterima Executive General Manager (EGM) PT Pertamina Regional Sulawesi Deny Sukendar bersama jajaran petinggi Pertamina.

    Appi menegaskan, kedatangannya merupakan bentuk empati sekaligus respons pemerintah Kota terhadap keluhan masyarakat yang setiap hari harus berhadapan dengan antrean panjang di SPBU.

    Ia meminta Pertamina bersama para pengelola SPBU segera mencari langkah taktis agar masyarakat umum tidak menjadi korban dari persoalan distribusi maupun pelayanan BBM.

    Tujuan kami kesini bagaimana solusi. Tolong pihak Pertamina dan pengelola SPBU carikan jalan keluar. Jangan masyarakat umum yang jadi korban,” tegas Appi mengawali pembicaraan.

    Menurut orang nomor satu Kota Makassar ini, penanganan antrean tidak cukup hanya dengan memastikan ketersediaan stok BBM, tetapi langkah nyata pihak Pertamina dan pemilik SPBU.

    Ia menyarankan, agar perlu ada pengaturan di lapangan agar kendaraan yang datang ke SPBU dapat dilayani secara lebih tertib dan tidak menimbulkan antrean yang mengular hingga mengganggu arus lalu lintas.

    Salah satu opsi yang ditawarkan adalah penambahan atau aktivasi semua nozzle (selang pengisian) dan penambahan petugas operator merupakan salah satu solusi utama yang sangat efektif untuk mengurai antrean panjang di SPBU.

    Menurutnya, langkah ini mempercepat waktu pelayanan per kendaraan, sehingga perputaran antrean menjadi jauh lebih lancar.

    Selain itu, pengaturan waktu pengisian berdasarkan jenis kendaraan, termasuk kendaraan pribadi, kendaraan ekspedisi, hingga bus.

    Pengaturan tersebut dapat dilakukan dengan membuat alur pengisian atau sistem klasterisasi kendaraan, termasuk menentukan waktu kendaraan masuk untuk melakukan pengisian BBM.

    Antrean mengular karena keterbatasan petugas, misalnya 4 Dispenser di SPBU hanya dijaga oleh 1 ornag. Perlu penambahan petugas agar setiap nozzle aktif agar memotong waktu tunggu kendaraan,” tuturnya.

    Jenis kendaraan, alur pengisian, cluster untuk menghindari antrean, termasuk waktu kendaraan masuk untuk pengisian. Ini harus diatur jadwalnya,” tambah Appi.

    Mantan CEO PSM itu menekankan, persoalan BBM yang terjadi saat ini harus dilihat dari sisi kebutuhan masyarakat luas.

    Dikatakan, Pemerintah Kota memikirkan kemaslahatan umat. Bagaimana kebutuhan dasar masyarakat terhadap BBM dapat terpenuhi, tanpa menimbulkan persoalan baru.

    “Kita bicara kebutuhan masyarakat. Ini soal kemaslahatan orang banyak, jangan korbankan masyakarat,” tegas Appi.

    Ia mengingatkan, antrean panjang BBM tidak hanya berdampak kepada warga yang hendak mengisi kendaraan.

    Kondisi tersebut juga mulai mengganggu aktivitas pemerintahan, pelayanan publik, kegiatan ekonomi, hingga mobilitas masyarakat.

    Bahkan, kata Appi, operasional armada pengangkut sampah milik Pemerintah Kota Makassar ikut terdampak akibat panjangnya antrean di sejumlah SPBU.

    Appi khawatir persoalan tersebut akan menjadi akumulasi masalah baru apabila tidak segera ditangani.

    Ini perlu solusi cepat dari seluruh persoalan, kita tidak boleh anggap ini persoalan biasa,” jelasnya.

    Menurut Appi, kondisi tersebut menunjukkan perlunya penanganan yang lebih serius dan cepat agar memberikan kepastian kepada masyarakat umum.

    Pemerintah Kota Makassar membutuhkan penjelasan dari Pertamina mengenai kondisi sebenarnya, apakah berkaitan dengan distribusi, ketersediaan stok, perubahan kebijakan BBM, atau informasi lain yang berkembang di tengah masyarakat.

    Ia juga meminta adanya kejelasan agar pemerintah kota dapat membantu Pertamina memberikan sosialisasi kepada masyarakat.

    Kami ingin tahu sebenarnya apa yang terjadi. Apakah ini persoalan distribusi atau apa, supaya kami juga bisa turun ke masyarakat untuk menyosialisasikan ini dengan baik,” katanya.

    Selain pengaturan di dalam kota, Appi mengusulkan agar SPBU yang berada di kawasan penyangga Kota Makassar, khususnya di wilayah Maros dan Gowa, dapat dioptimalkan sebagai buffer zone.

    Menurutnya, kendaraan-kendaraan besar tidak semestinya seluruhnya masuk hingga ke pusat Kota Makassar hanya untuk mendapatkan BBM.

    Jika distribusi dan pelayanan dapat dibagi ke wilayah penyangga, beban SPBU di dalam kota dapat dikurangi.

    Skema tersebut dinilai dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi konsentrasi kendaraan besar di SPBU yang berada di kawasan padat Makassar.

    Kalau tidak ada kepastian, antrean akan terus begini, merugikan masyarakat. Kalau sudah sampai empat lapis, menurut saya sudah menutup jalan karena tidak ada yang mengatur prioritas. Akhirnya hanya mengular,” ujarnya.

    Dalam kondisi yang dinilai tidak normal, Appi juga meminta Pertamina meningkatkan dukungan personel di lapangan.

    Ia menilai jumlah petugas yang melayani kendaraan harus disesuaikan dengan kondisi antrean.

    Karena itu, selain penanganan teknis, Appi meminta sosialisasi dilakukan secara langsung hingga ke masyarakat tingkat bawah.

    Menurutnya, masyarakat perlu mendapatkan informasi yang jelas mengenai kondisi BBM, kebijakan distribusi, mekanisme pengisian, serta langkah yang sedang dilakukan pemerintah dan Pertamina.

    Yang paling penting adalah kita memastikan benar-benar ini ditangani dan masyarakat mendapatkan penjelasan,” imbuh politisi Golkar itu.

    Dia menegaskan, Pemerintah Kota tidak ingin pertemuan ini sebatas serimoni, yang paling penting, kata dia, adalah bagaimana antrean dapat segera diurai dan pelayanan BBM kembali normal.

    Tidak ada lagi siapa yang benar, siapa yang salah. Tapi bagaimana ini secepatnya kita bisa urai secara bersama-sama,” terangnya.

    Dalam pertemuan tersebut, Appi juga menekankan untuk memperkuat koordinasi antara Pemerintah Kota Makassar, Pertamina, dan pengelola SPBU dalam mengurai persoalan antrean BBM.

    Kami Pemkot Makassar akan terus mengawal persoalan ini, agar kebutuhan masyarakat tidak terganggu dan antrean panjang tidak menjadi persoalan yang berdampak pada aktivitas warga serta pelayanan publik di Kota Makassar,” pungkasnya.

    Sedangkan, Executive General Manager PT Pertamina Regional Sulawesi, Deny Sukendar, memastikan stok BBM aman dan terpenuhi bagi warga di Makassar dan Sulsel secara umum.

    Ia mengatakan pihaknya berharap sejumlah langkah penanganan tersebut dapat mulai dilakukan secepatnya, bahkan pada hari yang sama setelah pertemuan bersama Wali Kota Makassar.

    Mudah-mudahan ini bisa segera, hari ini juga kita lakukan beberapa hal, Pak Wali,” kata Deny.

    Salah satu langkah yang telah dilakukan Pertamina adalah memperpanjang waktu operasional SPBU. Saat ini, sebanyak 25 SPBU di Makassar telah beroperasi selama 24 jam.

    Deny mengatakan jumlah tersebut masih dapat ditambah apabila kondisi di lapangan membutuhkan. Pertamina akan menyesuaikan operasional SPBU secara dinamis berdasarkan tingkat kepadatan antrean.

    Sejauh ini sudah ada 25 SPBU yang buka 24 jam. Nanti kita lihat kondisinya. Apabila memang diperlukan, tentu akan kita tambah,” ujarnya.

    Menurutnya, penambahan jumlah SPBU yang beroperasi 24 jam bukan sekadar memperpanjang waktu pelayanan, tetapi diarahkan untuk mengurai konsentrasi antrean di titik-titik yang mengalami kepadatan.

    Intinya adalah bagaimana kita bisa mengurai antrean ini. Jadi jumlah SPBU nanti mungkin akan sangat dinamis, menyesuaikan kondisi antrean,” jelasnya.

    Deny memastikan Pertamina telah meningkatkan penyaluran BBM untuk merespons kondisi antrean yang terjadi di Makassar.

    Untuk solar, penyaluran disebut telah meningkat sekitar 15 persen di atas kondisi normal. Sementara penyaluran Pertalite juga telah ditingkatkan, dengan kenaikan sekitar 8 persen dan pada kondisi tertentu mencapai 10 persen dari kondisi normal.

    Ada penambahan. Tentu sudah meningkat kami penyaluran untuk solar, sudah di kisaran di atas normal sekitar 15 persen,” tuturnya.

    Pertalite sudah 8 persen dan kemarin juga sudah mencapai 10 persen dari kondisi normal,” tambah Deny.

    Namun, ia menjelaskan bahwa jumlah suplai setiap SPBU tidak sama. Penyaluran disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing SPBU serta kondisi di lapangan.

    Berbeda-beda memang, tergantung kebutuhan. Karena setiap SPBU nanti akan berbeda-beda juga, katanya.

    Pihak Pertamina juga telah memetakan SPBU yang mengalami kepadatan dan akan mendorong tambahan suplai ke titik-titik yang membutuhkan.

    Kondisi ini sudah kita petakan dan nanti kita pastikan, kita akan dorong juga suplai ke SPBU,” tegasnya.

    Selain menambah suplai dan jam operasional SPBU, Pertamina juga telah berkoordinasi dengan Satgas Gabungan untuk melakukan penertiban antrean.

    Deny mengatakan langkah tersebut diperlukan karena penambahan pasokan harus diikuti dengan pengaturan kendaraan di lapangan.

    Pertamina sampai hari ini sudah menambah suplai, kami juga sudah menambah waktu operasional SPBU,” katanya.

    Langkah tersebut sejalan dengan permintaan Wali Kota Makassar agar pelayanan di SPBU dapat dibuat lebih efektif, termasuk mengoptimalkan seluruh nozzle yang tersedia, mempercepat proses pelayanan serta mengatur alur kendaraan agar antrean tidak mengular hingga mengganggu lalu lintas.

    Kemudian, kami sudah koordinasi dengan tim Satgas Gabungan untuk menertibkan antrean-antrean yang ada di SPBU, membuka nozzle di SPBU,” tutup dia.

    (Arifuddin sikki)