Makassar buserterkini com.
Jeneponto Sulsel- Polisi akhirnya mengungkap motif di balik duel maut antar tetangga yang menewaskan seorang tukang kayu di Kecamatan Tamalatea, Kabupaten Jeneponto. Korban tewas diduga ditikam badik oleh tetangganya sendiri akibat sengketa batas tanah yang berlarut-larut.
Peristiwa berdarah itu terjadi di Lingkungan Tonrokassi Barat, Kelurahan Tonrokassi Barat, pada Jumat (30/10/2026) sore, sekitar pukul 17.30 WITA.
Korban diketahui bernama Mahmud Dg. Gassing (60), warga setempat yang berprofesi sebagai tukang kayu. Sementara terduga pelaku adalah tetangga dekatnya sendiri, berinisial K.D.S. (50), seorang petani.
Kapolsek Tamalatea, Iptu Haripuddin, S.H., mengatakan perselisihan bermula karena posisi rumah keduanya yang berdekatan. Rumah terduga pelaku berada di depan, sedangkan rumah korban berada di belakang.
Sebelumnya telah terjadi kesalahpahaman dan perselisihan terkait batas-batas tanah. Saat keduanya bertemu di samping rumah, terjadilah cekcok mulut yang berkembang menjadi perkelahian,” ungkap Iptu Haripuddin, Minggu (1/11/2026).
Di tengah perkelahian, terduga pelaku diduga mencabut badik yang terselip di pinggangnya dan menikam korban. Korban mengalami luka fatal berupa dua luka tusuk di bagian dada dan tiga luka terbuka di lengan sebelah kiri hingga meninggal dunia.
Dievakuasi ke Rumah Sakit
Saat kejadian, jenazah korban langsung dievakuasi warga dan aparat ke RSUD Lanto Dg. Pasewang Jeneponto untuk dilakukan pemeriksaan forensik (Visum et Repertum).
Sementara terduga pelaku telah diamankan di Mapolres Jeneponto untuk menjalani pemeriksaan intensif lebih lanjut oleh Satreskrim Polres Jeneponto.
Kanit Reskrim: BB Masih Dalam Pencarian
Terpisah, Kanit Reskrim Polsek Tamalatea, Ipda Jusmin, S.H., yang turut dalam penyelidikan gabungan mengatakan barang bukti badik yang diduga digunakan terduga pelaku masih dalam pencarian petugas di sekitar lokasi kejadian.
Untuk barang bukti badik masih kami lakukan pencarian bersama personel Polres, karena sesuai keterangan terduga pelaku dibuang tidak jauh dari TKP. Untuk terduga pelaku sendiri sudah kami serahkan dan saat ini diamankan di Polres Jeneponto untuk penyidikan lebih lanjut,” ujarnya saat dikonfirmasi, Minggu (1/11/2026).
Pihak kepolisian juga akan melakukan pendekatan kepada warga untuk memediasi sengketa tanah agar tidak terulang konflik serupa. Hingga berita ini diturunkan, situasi di lingkungan sekitar terpantau aman dan terkendali setelah kejadian tersebut.
(Arifuddin sikki)

