Buserterkini com.
Penyidikan dugaan korupsi proyek Pengadaan Perpustakaan Digital atau Bookless Library senilai lebih dari Rp13 miliar di Dinas Pendidikan Sulsel memasuki babak baru.
Setelah memeriksa mantan Kadisdik Sulsel Setiawan Aswad, puluhan pejabat, dan 123 kepala sekolah penerima program, Kejati Sulsel kini mulai mengarahkan bidikan ke DPRD Sulsel.
Aspidsus Kejati Sulsel, Rachmat Supriady, mengungkapkan penyidik sedang mendalami proses penganggaran proyek tersebut, termasuk kemungkinan keterkaitannya dengan pokok-pokok pikiran atau pokir anggota DPRD Sulsel.
Menurut Rachmat, penyidik menemukan indikasi proyek ini tidak didukung perencanaan dan analisis kebutuhan yang memadai. Bahkan banyak sekolah penerima bantuan disebut tidak lagi memanfaatkan fasilitas perpustakaan digital karena berbagai kendala teknis.
Kini penyidik tidak hanya menelusuri pelaksanaan proyek, tetapi juga mencari tahu siapa yang berperan hingga anggaran lebih dari Rp13 miliar itu bisa masuk ke APBD Sulsel selama dua tahun berturut-turut.
KejatiSulsel DPRDSulsel PerpustakaanDigital KorupsiSulsel RakyatSulsel
(Tim Buserterkini)

