Makassar buserterkini com.
Makassar– Wakil Wali Kota Makassar, Aliyah Mustika Ilham, menerima audiensi Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Makassar terkait pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 (SE2026) di Ruang Rapat Wakil Wali Kota, Kantor Wali Kota Makassar, Rabu (15/7/2026).
Dalam pertemuan tersebut, Aliyah didampingi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Makassar, Dahyal, S.Sos., M.Si., dan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Kota Makassar, Dr. Mohammad Roem, S.STP., M.Si.
Sementara rombongan BPS Kota Makassar dipimpin Kepala BPS Kota Makassar, Abdul Hafid, didampingi Statistisi Ahli Madya Abdul Asman, Statistisi Ahli Muda Ramin, Petugas Lapangan SE2026 Zahara Jamatul Emran, Pemeriksa Lapangan SE2026 Reski, serta Humas BPS Kota Makassar Sunarti Amir.
Kepala BPS Kota Makassar, Abdul Hafid, menyampaikan bahwa kunjungan tersebut bertujuan untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar dalam menyukseskan pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026.
Ia menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Kota Makassar yang selama ini telah membantu pelaksanaan pendataan, khususnya melalui kolaborasi dengan Dinas Komunikasi dan Informatika dalam menyosialisasikan Sensus Ekonomi kepada masyarakat.
Hingga pertengahan Juli 2026, capaian pendataan di Kota Makassar telah mencapai 41,8 persen. Meski demikian, BPS masih memiliki waktu hingga 31 Agustus 2026 untuk menyelesaikan seluruh target pendataan,” ujarnya
BPS berharap dukungan Pemerintah Kota Makassar dapat terus diperkuat melalui pemanfaatan videotron dan billboard milik pemerintah untuk menyosialisasikan Sensus Ekonomi 2026.
Dalam paparannya, BPS menjelaskan bahwa seluruh data yang dikumpulkan dijamin kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan statistik. Penegasan tersebut penting mengingat masih terdapat pelaku usaha, khususnya di kawasan perdagangan dan niaga yang enggan memberikan data secara lengkap karena khawatir berkaitan dengan kewajiban perpajakan.
BPS juga menjelaskan bahwa proses wawancara kepada setiap responden rata-rata berlangsung sekitar 36 menit, sesuai hasil uji coba instrumen pendataan yang sebelumnya telah dilakukan melalui penyampaian kuesioner.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Wali Kota Makassar Aliyah Mustika Ilham menyambut baik audiensi tersebut dan mengapresiasi langkah BPS dalam membangun koordinasi dengan Pemerintah Kota Makassar.
Aliyah Mustika Ilham mengatakan, audiensi ini menjadi kesempatan untuk membahas secara langsung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 bersama jajaran BPS Kota Makassar.
Ia juga menanyakan batas waktu pelaksanaan pendataan agar informasi tersebut dapat disampaikan kepada seluruh perangkat daerah dan aparatur sipil negara (ASN) di lingkup Pemerintah Kota Makassar sehingga dapat memberikan perhatian dan mendukung kelancaran pendataan hingga selesai.
Program ini merupakan agenda nasional yang membutuhkan dukungan seluruh pihak. Pemerintah Kota Makassar siap bersinergi, termasuk melalui media publikasi yang dimiliki pemerintah, agar pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026 dapat berjalan optimal dan target pendataan dapat tercapai tepat waktu,” ujarnya.
Di akhir pertemuan, Pemerintah Kota Makassar dan BPS Kota Makassar sepakat untuk terus memperkuat koordinasi selama pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026, termasuk melakukan pemantauan perkembangan pendataan secara berkala sehingga berbagai kendala di lapangan dapat segera ditindaklanjuti bersama.
(Arifuddin sikki)

