Makassar Buserterkini com.
Kondisi konflik antara *Iran, Amerika Serikat, dan Israel terus memanas di pekan pertama Maret 2026. Setelah *serangan gabungan Amerika dan Israel ke Iran pada 28 Februari 2026 yang termasuk penargetan berbagai situs militer dan reportedly menewaskan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, Teheran langsung merespons dengan gelombang balasan yang melibatkan **serangan rudal dan drone** ke target-target Israel dan kepentingan Amerika di kawasan Teluk.
Iran, melalui Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), mengklaim menembaki pangkalan militer AS di Kuwait dan Bahrain, melumpuhkan fasilitas serta menyerang kapal induk AS USS Abraham Lincoln dengan rudal balistik. Klaim ini diikuti dengan laporan bahwa kapal induk itu kemudian menjauh dari garis depan ke kawasan Samudra Hindia, meskipun ada bantahan resmi AS mengenai dampak serangan tersebut.
Di sisi lain, Amerika Serikat dan Israel terus melancarkan serangan presisi ke berbagai target di Iran sebagai respons terhadap balasan Teheran, menimbulkan gelombang serangan yang saling melancarkan rudal dan memicu ketidakstabilan regional yang luas.
Insiden ini berlangsung di tengah **puasa Ramadan yang memasuki hari ke-14. bagi umat Muslim di banyak negara. Meskipun bulan Ramadan secara tradisional membawa semangat refleksi dan penghentian permusuhan, konflik bersenjata ini menunjukkan bahwa situasi politik dan militer di kawasan tetap sangat tegang.
Terdapat penafsiran bahwa kekuatan proporsional dan taktis Iran dalam menghadapi tekanan militer membuat negeri itu tampak menentukan irama konflik — dari skala serangan hingga pilihan target — yang memaksa pihak Amerika dan sekutunya untuk menyesuaikan strategi mereka. Namun, klaim bahwa Iran sepenuhnya “mengendalikan perang” harus dilihat dengan hati-hati: konflik ini masih melibatkan serangan balasan oleh kekuatan musuh dan dinamika global yang kompleks, bukan satu pihak yang sepenuhnya dominan.
Secara keseluruhan, perang ini belum menampakkan tanda-tanda segera berakhir, dan setiap perkembangan baru dapat memperluas dampaknya baik secara lokal maupun internasional.
(Tim Buserterkini)

